Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional

Hari Kebangkitan Nasional, yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, menjadi momentum penting bagi seluruh warga SMKN 5 Surabaya untuk menumbuhkan kembali semangat persatuan, nasionalisme, dan rasa cinta tanah air. Peringatan ini mengajak seluruh sivitas sekolah — mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan, untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa yang diawali dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908.

Di SMKN 5 Surabaya, Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga dijadikan sarana refleksi dan motivasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi dalam kemajuan bangsa, khususnya melalui bidang keahlian dan keterampilan vokasional.

Dengan mengusung nilai-nilai kebangkitan, SMKN 5 Surabaya berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme dan semangat kebangsaan yang kuat.

 

SMK Negeri 5 Surabaya Fun Run 5K

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 menyelengarakan kegiatan Fun Run 5K dalam rangka Dies Natalis ke 50 di halaman gedung sekolah setempat, pada hari minggu (18/5). Kegiatan Fun Run 5K diberangkatkan oleh  Anastasia Moertodjo selaku pendamping sekolah SMKN 5 mewakili Dinas Pendidikan Jawa Timur bersama Kepala SMKN 5 Drs. Edy Prayoga, M.MTi. Untuk menciptakan pengganti wisuda berupa kegiatan kelulusan yang kreatif, inovatif, tanpa membebani biaya siswa,

Setelah acara Fun Run yang digelar pada Minggu pagi, dilanjutkan Dies Natalis dimeriahkan dengan senam zumba serta DJ Billy Ruanda dan diakhiri dengan puncak acara, yaitu prosesi kelulusan  siswa SMKN 5.  Acara kelulusan ini diikuti oleh calon alumni yang berjumlah 908 siswa dari semua jurusan. Mulai KA, TKI, TAB, TKR, TSM, TTL, TFLM. Program kelulusan peserta didik  SMKN 5  tahun 2025 diikuti siswa yang sekolah selama 3 tahun maupun yang menempuh 4 tahun, dan dipastikan tidak ada pungutan biaya. 

“Dulu bernama wisuda, karena tidak diperbolehkan maka diganti dengan acara kelulusan yang inovatif dan kreatif. Sebagaimana aturan dari Dinas Pendidikan  Jawa Timur bahwa untuk tahun ajaran 2025 dilarang  melakukan penarikan biaya kelulusan (wisuda). Sehingga  pihak SMKN 5 melakukan inovasi dan kreativitas seperti acara kegiatan olahraga. Sisa anggarannya digunakan untuk biaya prosesi kelulusan,” jelas Edy Prayoga.